Sunday, 7 September 2014

Cara Menggunakan Pestisida yang Benar pada Jagung

Cara Menggunakan Pestisida yang Benar pada Jagung


A. PENJARANGAN DAN PENYULAMAN

         Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman, sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1, maka tanaman tersebut harus dikurangi. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati.

Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam.

B. PENYIANGAN

Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari.

C. PEMBUBUNAN

Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang, sehingga tanaman tidak mudah rebah. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu, bersamaan dengan waktu pemupukan. Caranya, tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul, kemudian ditimbun di barisan tanaman. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. Untuk efisiensi tenaga biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan.

D. PEMUPUKAN PADA JANUNG

Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg, pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg, dan pupuk KCl sebanyak 50- 100 kg. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama (pupuk dasar), pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Pada tahap kedua (pupuk susulan I), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II), pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar.

E. PENGAIRAN DAN PENYIRAMAN

Setelah benih ditanam, dilakukan penyiraman secukupnya, kecuali bila tanah telah lembab. Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu. Namun menjelang tanaman berbunga, air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung.

F. PENYEMPROTAN PESTISIDA
Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang, sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.

Tuesday, 22 July 2014

Cara Menanam Tomat Dalam Pot

Cara Menanam Tomat Dalam Pot.
 
        Buah tomat merupakan tanaman sayuran yang sangat di gemari dan mempunyai gizi yang sangat tinggi Akhir-akhir ini masyarakat khususnya perkotaan memanfaatkan lahan yang sempit atau pekarangan rumah menjadi lebih optimal. Yaitu dengan menanam tanaman sayuran dalam pot yang ditata di pekarangan rumah



II. PEDOMAN PENANAMAN SAYURAN TOMAT DALAM POT
1. Seleksi Benih Tomat Kriteria benih tomat yang bagus adalah: a. Tidak cacat/luka b. Sehat, tidak menunjukan adanya serangan hama/penyakit. c. Bersih dari kotoran d. Benih tidak keriput

2. Penyemaian benih tomat. Setelah proses penyeleksian terhadap benih tomat kemudian benih tomat didesinfektan dengan cara merendam benih tomat kedalam larutan fungisida, ini bertujuan agar mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit mati, setelah itu baru disemai di persemaian. Setelah benih tumbuh dan berumur 7 – 10 hari bibit dipindah ke dalam kantong-kantong kecil kemudian dibiarkan selama 17-21 hari. Bibit siap dipindahkan kedalam pot.

3. Persiapan Pot Macam-macam pot yang dapat di gunakan : Pot semen, pot kramik, pot plastik, atau pot tanah, polybag, kaleng – kaleng bekas. Pot-pot yang digunakan harus mempunyai lubang bawah sehingga air dapat keluar dengan mudah.

4. Persiapan media tanam. Media tanam yang digunakan abu sekam bakar, pupuk kandang, tanah dengan berbandingan 2 : 1 : 1 . Semua media tanam di campur rata kemudian dimasukan kedalam pot.

5. Penamaman Setelah pot dan benih berumur 30 hari maka dilakukan penanaman ke dalam pot/polybag.

6. Pemeliharaan Tanaman tomat yang sudah ditanam dalam pot diletakkan ditempat yang teduh. Setelah tunas baru tumbuh maka pot dapat di pindahkan kepekarangan terbuka, atau ditempat yang tidak kena cahaya matahari langsung. Penyiraman dilakukan 2 x sehari pagi dan sore. Untuk menjaga tanaman tomat tumbuh tegak maka dipasang ajir/ tongkat.

7. Pemupukan justify;"> Karena tomat termasuk sayuran buah, setelah benih tumbuh menjadi bibit selain diberikan pupuk N (Urea) tanaman perlu diberikan pupuk P dan K untuk merangsang terjadinya penbungaan dan buah

8. Hama dan Penyakit Hama Ulat tanah, gejala yang timbul terpotongnya pangkal batang dan rebah. Pengendaliannya memberikan furadan 3 G pada sekitar pangkal batang. Ulat Grayak, gejalanya daun bercak-bercak putih dan berlubang pengendaliannya dengan musuh alami Penyakit Busuk Daun, gejalanya daun bercak-bercak kondisi daun agak basah, lunak, berwarna hijau kehitam-hitaman. Pengendalian dengan penyemprotan fungisida

 9. Panen Tanaman tomat dapat dipanen pada usia 60 - 100 hari setelah tanam

10. Manfaat Buah Tomat · Membantu menurunkan resiko gangguan jantung. · Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan. · Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher rahim, payudara dan endometrium. · Memperlambat penurunan fungsi mata karena pengaruh usia (age-related macular degeneration). · Mengurangi resiko radang usus buntu. · Membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan mencegah kesulitan buang air besar. · Menghilangkan jerawat. · Mengobati diare. · Meningkatkan jumlah sperma pada pria. · Memulihkan fungsi lever. · Mengatasi kegemukan.

Sunday, 20 July 2014

 LANGKAH-LANGKAH MENANAM CABE DENGAN BENAR

Cara Menanam Cabe Secara Sederhana dan benar
langsung:
    Cara menanam cabe ini bisa diterapkan bagi para petani yang akan memulai bertanam cabe. Mengingat harga cabe sedang mahal, anda yang bukan petani juga bisa menerapkan cara menanam padi ini untuk di halaman kecil rumah anda.
Di indonesia, cabe sangat diminati sebagai bumbu masak, karena cabe sangat menggugah selera makan. Sehingga cabe menjadi bagian penting dari masakan indonesia. Oleh karena itu cara menanam cabe perlu pelajari untuk bisnis cabe yang menggiurkan.
Berikut langkah-langkah cara menanam cabe
Pemilihan bibit cabe
Pemilihan bibit cabe yang perlu di lakukan adalah :
-   Tentukan jenis cabe yang akan di tanam misalkan : cabe rawit,cabe panjang,cabe merah
-   Pilih bibit cabe yang segar
-   Kupas cabe lalu ambil biji nya selanjutnya di jemur terik matahari sampai kering

Membuat semaian cabe.
a. Semaian cabe mempunyai 2 cara media :
-   Media polybag
-   Media bedengan semaian
    Kedua media ini hampir sama tetapi lebih banyak petani menggunkan media bedengan sebagi semaian cabe
Untuk media bedengan semaian cabe :

    Buat kembali bedengan semaian
    beri pupuk kandang dan pupuk kimia TSP secukupnya  mempercepat proses pertumbuhan bibit cabe
    Taburkan bibit cab eke dalam bedengan semaian cabe
    Jangan lupa tutup bagian atas mengunakan gulma kering biasanya menggunakan gulma alang-alang kering yang di sangga dengan kayu jarak antara tanah bedengan dan peyangga sebagai atap sekitar 50 cm agar tidak masuk secara langsung sinar matahari ke semaian bibit cabe
    Jaga kelembaban tanah bedengan tadi seoptimal mungkin  dengan cara minmal penyiraman setiap hari lewat atas gulma kering agar air yang jatuh tidak langsung ke  tanah semaian bibit cabe.
    Biarkan tumbuh sampai minimal 4 helai daun sebelum di pindahkan ke lahan

Persiapan lahan untuk tanaman cabe.
b. Sambil menunggu semaian cabe tumbuh dan siap di pindahkan kelahan selanjutnya persiapkan lahan petanian untuk budidaya tanaman cabe harus diperhatiakan adalah:
-   Gemburkan serta buang seluruh gulma yang ada di lahan untuk penaman cabe
-   Lalu buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1 meter sampai 1,5 meterserta ketinggian bedangan sekitar 30 cm dan juga jarak antar bedengan sekitar 30 cm sampai 40cm
-   Buat lubang berjarak antara 40 cm sampai 60 cm

Masa Penanaman cabe.
c. Untuk masa penanaman yang cocok untuk tanaman cabe :
-   Pastikan kadar curah hujan yang tidak terlalu banyak
-   Pilih bibit yang dari semaian dengan minimal 4 helai daun dan dalam kondisi subur lalu masukan ke lubang yang telah di persiapkan sebelumnya
-   Lalu tutup kembali lubang sebagai mana sebelumnya harus di siram setiap hari kalau tidak ada hujan.
-   Kalau pada musim kemarau sebaiknya gunakan penutup tanah mengunakan jerami atau media lain ini di maksudkan untuk menjaga kelembaban serta menekan kekeringan dan lain sebagi nya.

Pemupukan tanaman cabe.
d. Beri pupuk kandang yang dapat  juga di campur dengan TPS dan Urea secukupnya pada setiap batang cabe di bedengan lahan tanaman cabe,Untuk pupuk kandang yang paling sering di gunakan untuk menanam cabe banyak berasal dari hasil kotoran ayam,tetapi dapat juga mempergunakan kotoran hewan yang lain sebagai kompos nya.
Perawatan tanaman cabe
Perawatan tanaman cabe yang harus di perhatiakn adalah:
-    Lakukan penyiraman setiap hari
-    Bersihkan setiap gulma penggangu sampai bersih
-    Lakukan penyemprotan pestisida secara rutin sesuai anjuran
-    Petik daun yang telah kuning agar pertumbuhan cabe menjadi produktif
-    Dan lain sebagai nya
Pemetikan hasil panen cabe
e. Lakukan pemetikan buah cabe dengan kondisi buah yang telah masak dan segar masukan dalam kemasan wadah yang aliran atau sirkulasi udara yang sesuai agar cabe tidak cepat busuk.